Indahnya Hidup Bersama ALLAH

Secara fitrah, manusia senang bila disayangi. Fitrah kita tidak menolak bila ditolong, disayangi, dicintai. Kita senang pada orang yang berjasa pada kita atau orang yang pernah menolong kita. Bayangkan, pada saat kita menemui kesulitan dalam tugas akhir misalnya, tiba-tiba ada seorang asisten yang dengan tulus membantu kita. Atau pada saat kita benar-benar tidak ada uang untuk membayar SPP (atau untuk makan?), tiba-tiba ada seorang kawan yang membayarkan. Tentu jasanya akan kita kenang.

Sekarang marilah kita berpikir, apakah kita minta udara untuk bernafas? Tentu tidak, tapi udara tersebut telah ada, siap untuk kita hirup. Siapa yang menyangkal bahwa udara adalah komponen penting dalam kehidupan manusia? Coba saja kita tahan nafas tiga menit, maka akan segera terasa betapa pentingnya udara untuk kita. Apakah kita meminta untuk punya kaki? Punya tangan dengan lima jari? Punya orang tua yang menyayangi kita? Punya otak untuk berfikir? Itu semua kita tidak pernah minta, tapi telah tersedia. Siapa yang menyediakan dan maha berkuasa menggerakkan itu semua? Jawabnya: ALLAH Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. ALLAH-lah yang amat berjasa.

ALLAH yang telah berjanji dalam Al Quran bila kita bersyukur maka nikmat itu akan Dia tambah, sedang bila kita kufur (ingkar) maka tunggulah azab ALLAH sangat pedih. Dialah yang amat perhatian pada kita hamba-hambanya. Dialah yang menolong kita pada saat kita mendapat kesulitan. Dia yang menemani kita pada saat kita sendirian tidak ada kawan. Dia yang selalu siap sedia mendengar segala keluhan kita tanpa merasa bosan. Dialah pelindung kita pada saat kita butuh perlindungan. Jika kita lapar Dia memberi kita makan. Jika kita sakit Dialah yang menyembuhkan. Dialah yang mendatangkan asisten yang menolong kita tadi. Dia pula yang menggerakkan hati kawan kita untuk menolong kita. Dialah yang menyuruh kita saling berkasih sayang, saling menolong. Dia yang menyuruh kita memberi makan orang yang kelaparan, janda, dan anak yatim. Dia yang menyuruh kita bersabar dan menjanjikan pahala yang tak terhitung banyaknya atas kesabaran itu. Dia yang menyuruh kita bertenggang rasa atas kelalaian orang lain. Dia yang menyuruh kita untuk jujur dan mengutamakan kepentingan orang lain.

Coba kita bayangkan jika kita mematuhi segala perintahNya itu. Alangkah indahnya! Hidup amat indah bagai surga yang disegerakan. Tentulah kita tidak akan mengabaikan perintah dari Dia yang amat sangat berjasa pada kita bukan? Manusia tidak akan mampu
berkasih sayang, saling tolong, sabar, jujur dan sebagainya tanpa Dia, karena sebenarnya Dialah sumber semua itu. Marilah kita sertakan Dia dalam kehidupan kita karena hidup akan rusak tidak bermakna jika kita lupakan Dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s